Cara Mengatasi ASI Susah Keluar / Cuma Sedikit

Memiliki anak merupakan suatu anugerah. Banyak yang ingin punya anak tapi tak kunjung dapat momongan. Bagi yang baru punya anak, ada hal-hal yang perlu diperhatikan untuk kepentingan kesehatan bayi. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah soal ASI. ASI sebagai makanan terbaik untuk bayi disarankan untuk diberikan secara ekslusif selama 6 bulan, setelah itu dilanjutkan pemberian ASI selama minimal 2 tahun, dengan didampingi makanan pendamping ASI (MPASI).

Bagi yang baru pertama kali melahirkan, baru pertama punya anak, melahirkan dan menyusui tentu momen-momen yang sangat mengesankan. Dari momen-momen ini, mungkin timbul masalah. Seperti misalnya, ASI susah keluar atau cuma sedikit. Sudah melahirkan tapi ASI belum juga kelar, sedangkan bayi butuh asupan, akhirnya terpaksa menggunakan susu formula, atau yang lebih mending adalah donor ASI (air susu dari wanita lain, yang bukan dari ibu si bayi).

Bagaimana kalau ASI yang keluar cuma sedikit dan tidak mencukupi kebutuhan si jabang bayi? Bagaimana cara mengatasi ASI yang susah keluar / keluarnya sedikit?

Pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir sebenarnya kurang tepat. Tidak ada makanan terbaik selain ASI untuk bayi baru lahir. Meski digembar-gemborkan susu formula itu baik untuk si kecil, bagus untuk kecerdasan si kecil, itu iklan. Namun, apalah daya kalau memang ASI ibu belum keluar, sedangkan bayi nangis kelaparan.

Susu formula yang dikhususkan untuk bayi di bawah 6 bulan tidak boleh diiklankan. Hal ini dimaksudkan agar para ibu lebih memilih memberikan ASI ketimbang susu formula (sufor).

Lalu bagaimana jika ASI susah keluar?
ASI belum keluar pada hari pertama kelahiran si buah hati merupakan hal yang normal. Pada hari-hari awal setelah proses kelahiran payudara mengeluarkan kolostrum dalam jumlah kecil, akan tetapi penting untuk kekebalan tubuh bayi. ASI ‘yang sebenarnya’ baru keluar 2-3 hari setelah melahirkan. Secara alami, bayi dapat bertahan hingga 72 jam sejak dilahirkan, tanpa mengonsumsi apapun, tak terkecuali ASI. Jadi, ASI tidak keluar setelah melahirkan adalah hal yang normal. Jika ASI baru keluar 2-3 hari kemudian, itu hal yang normal, tak perlu khawatir.

Menurut seorang fasilitator laktasi – Sentra Laktasi Indonesia dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA, tidak tepat memberikan susu formula karena alasan ASI belum keluar pada hari-hari pertama melahirkan. Malah memberikan botol kepada bayi pada hari pertama kelahiran bisa bikin bayi bingung dengan puting, sehingga dapat menyebabkan bayi salah dalam mengisap puting susu ibu, hal ini dapat menyebabkan puting lecet dan masalah-masalah menyusui lainnya.

Meskipun ASI yang sesungguhnya belum keluar, ibu tetap harus menyusui. Hal ini karena cairan yang keluar dari puting payudara mengandung kolostrum, yang berguna untuk antibodi bayi. Selain itu, kolostrum juga berguna untuk merangsang keluarnya kotor pertama sang bayi. Kolostrum juga membersihkan pencernaan bayi.

Isapan bayi pada payudara juga dapa merangsang produksi ASI. Selain itu, hal ini juga dapat merangsang menciutnya rahim, karena isapan pada puting berpengaruh terhadap produksi ormon oksitosin.

Lalu bagaimana apabila bayi sudah terlanjur dikasih susu formula?
Puting payudara sifatnya fleksibel dan lembut, sehingga untuk mengisapnya, bayi perlu membuka mulut lebar-lebar agar bisa melekat pada aerola dan otot-otot mulut bayi juga perlu berusaha. Sedangkan puting buatan pada umunnya tidak fleksibel dan teksturnya keras, sehingga bayi mudah mengisapnya.

Bayi baru lahir yang mengisap puting buatan dapat mengalami kesulitan ketika mengisap puting payudara asli. Ia bisa menggunakan cara yang sama ketika mengisap puting buatan, sehingga tak cukup kuat untuk mengeluarkan ASI dari payudara. Akibatnya bayi bisa rewel dan menangis, dan bahkan bisa bikin bayi malas menyusu. Kalau bayi malas menyusu, ASI tidak sering dikeluarkan, produksi ASI bisa menurun. Solusi yang bisa dilakukan yaitu dengan menyusui pada waktu-waktu bayi biasa menyusu. (referensi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat