Obat Penambah ASI Resep Dokter Mengandung Ekstrak Plasenta!!!

Apa jadinya jika plasenta dijadikan dalam bahan obat? Ya, ini terjadi. Ekstrak plasenta merupakan salah satu bahan dalam beberapa produk pelancar ASI dengan merk Moloco dan Lactafit.

Plasenta atau ari-ari merupakan organ dalam rahim yang keluar ketika bayi dilahirkan. Pertanyaannya, apakah Moloco B12 dan Lactafit menggunakan plasenta manusia sebagai bahan bakunya? Hal ini dapat mempengaruhi kehalalan kedua produk tersebut.

Moloco dan Lactafit merupakan obat keras, sehingga untuk membelinya diperlukan resep dokter. Obat keras ditandai dengan lingkaran merah dengan bagian tepi lingkaran berwarna merah, kemudian di dalamnya terdapat huruf K besar berwarna hitam. Obat dengan label semacam ini tak boleh dibeli dengan sembarangan, melainkan harus dengan resep dokter.

Lactafit merupakan suplemen pelancar ASI produksi Dexa Medica. Produk ini mengandung ekstrak plasenta. Begitu juga dengan Moloco B12 produksi Darya Varia.

Kalau berdasarkan aturan pemerintah, produk yang menggunakan zat tambahan yang berasal dari manusia atau hewan (mencakup cangkang kapsul) harus ada informasi / sertifikat yang relevan, seperti asal bahan (spesies, nama hewan), info bebas HIV, hepatitis B, hepatitis C, sertifikt halal, dan sertifikat bebas BSE/TSE.

Namun, informasi semacam itu, tak bisa didapat dengan mudah. Bahkan suplemen tersebut belum mendapat sertifikat halal oleh MUI (belum ada logo halalnya). (referensi)

Namun, ada klarifikasi dari pihak PT Darya-Varia Laboratoria yang menyebutkan bahwa Moloco B12 dibuat dari ekstrak plasenta sapi, bukan plasenta manusia. (referensi)

Kalau menurut Komisi Fatwa MUI, plasenta yang berasal daari hewan boleh digunakan untuk obat luar atau kosmetik halal. Akan tetapi, jika plasenta yang digunakan bersumber dari bangkai hewan halal untuk obat luar dan obat kosmetik, maka hal ini dihukumi haram. Maksud bangkai dalam hal ini adalah hewan yang mati tidak dengan disembelih, atau disembelih tapi caranya tidak syar’i, tidak sesuai ketentuan Islam.

Untuk itu, konsumen harus waspada dan mengetahui asal-usul plaasenta yang dipakai dalam obat-obatan maupun kosmetik. Tak menutup kemungkinan plasenta berasal daari hewan halal, akan tetapi proses penyembelihannya tidak sesuai Islam, sehingga menjadikan produk ini haram. Meski seberapa besar pun khasiatnya, akan tetapi berasal dari bahan yang haram, hukumnya tetap haram. Hal ini karena dasar yang digunakan oleh umat Islam adalah halal dan haram. (referensi)

Tentu sulit memastikan dari sekian banyak produk yang mengandung plasenta, apakah berasal dari hewan yang halal atau tidak, dari hewan halal disembelih secara syar’i atau tidak. Untuk kasus Moloco B12 dan Lactafit tadi, kalaupun memang berasal dari plasenta hewan yang halal, apakah plasenta tersebut juga halal dikonsumsi? Pembahasan fatwa MUI di atas adalah tentang plasenta yang digunakan sebagai kosmetik dan obat luar. Sedangkan Moloco B12 dan Lactafit adalah obat dalam.

Moloco B12 dan Lactafit adalah obat resep dokter, sehingga ketika Bunda berkonsultasi tentang masalah ASI yang kurang lancar, mungkin dokter meresepkan obat tersebut. Jika Bunda tidak yakin, Bunda bisa coba minta obat pengganti selain kedua obat tersebut.

Solusi lainnya, Bunda bisa coba bahan alami pelancar ASI. Salah satunya yang dikenal dan telah banyak digunakan untuk membantu melancarkan ASI adalah daun katuk.

Postingan ini bukan untuk menjelekkan merk tertentu, dalam hal ini Moloco B12 dan Lactafit. Lagipula kedua obat tersebut adalah obat resep dokter, di mana konsumen tak dapat membelinya secara bebas.

Incoming search terms:

  • obat pelancar asi yang halal
  • moloco b12 halal
  • Obat molo
  • booster asi moloco halal
  • obat pelancar asi resep dokter
  • halalkah moloco
  • lp-pom mui moloco
  • vitamin moloco halal
  • khasiat obat moloco
  • kegunaan obat moloco

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat