Penyebab ASI tidak keluar, sedikit, berkurang

Wah, senang yah ketika si buah hati sudah lahir. Keingininan untuk memiliki anak akhirnya kesampean juga. Ingin segera menyusui si bayi, eh tapi kok asi belum juga keluar. Kenapa ya?

Produksi ASI sebenrnya sudah ada semenjak kehamilan memasuki usia 16 minggu (4 bulan). Namun, produksi ASI tersebut terhambat akibat kadar hormon kehamilan yang tinggi. Kemudian pada hari kedua atau hari ketiga setelah melahirkan, hormon kehamilan tersebut menurun drastis, sedangkan homron prolatkin, yang merupakan hormon yang berpengaruh terhadap produksi ASI makin dominan, sehingga ASI sudah dapat dikeluarkan. Jadi, payudara mulai membengkak secara alami pada hari kedua atau ketiga setelah melahirkan.

Ada dua hormon penting dalam proses produksi dan pengeluaran ASI. Jika kekurangan salah satu kadar hormon tersebut, maka dapat berpengaruh terhadap kelancaran ASI.

Hormon oksitosin sangat berpengaruh terhadap keluarnya ASI dari payudara. Salah satu fungsinya yaitu untuk merangsang otot polos yang ada di alveoli untuk mengerut. Kondisi pikiran ibu sangat berpengaruh terhadap produksi hormon oksitosin. Jika sedang tidak stres, pikiran sedang tenang, maka kadar hormon oksitosin pun tinggi, sehingga ASI lebih lancar. Begitu pun sebaliknya, jika pikiran sedang stres, kacau, tak karuan, hal tersebut dapat mengambat pengaliran ASI.

Hormon prolaktin dalam proses produksi ASI berguna untuk merangsang sel-sel alveoli guna mengubah darah menjadi ASI, sesuai dengan jumlah ASI yang dikeluarkan. Misal, jika banyaknya ASI yang dikeluarkan adalah 50 ml, maka darah yang akan berubah menjadi ASI karena pengaruh hormon prolaktin adalah 50 ml. Di samping itu, jika cara pemerahan ASI tepat, maka bayi dapat menyusu ASI dengan jumlah yang ia butuhkan, ibu juga bisa memompa ASI sebanyak yang diperlukan. (referensi)

Berikut ini beberapa penyebab produksi ASI berkurang.

– Tidak konsisten ketika menyusui
Hal ini dapat terjadi pada ibu menyusui yang bekerja (wanita pekerja). Jarang menyusui bayi padahal masih dalam menyusui dapat menyebabkan produksi ASI berkurang. Untuk itu, para ibu hrus tetap menyusui setidaknya 2 jam sekali, atau memerah ASI ketika jauh dari bayi atau tak ada waktu untuk menyusui.

– Kekurangan kalsium
Kekurangan kalsium dapat menjadi salah satu penyebab produksi ASI berkurang. Kalsium merupakan komponen utama ASI, sehingga penting untuk mencukupi kebutuhan kalsium pada ibu menyusui demi kelancaran produksi ASI.

– Stres
Stres dapat menjadi hal buruk bagi ibu menyusui. Salah satu dampak dari stres bagi ibu menyusui adalah kurangnya produksi ASI.

– Mastitis
Ketika ASI menggumpal, hal ini dapat menjadi indikasi ibu menyusui mengalami mastitis. Umumnya mastitis terjadi akibat tidak konsisten ketika menyusui. Adapun jika mastitis yang terjadi diakibatkan oleh infeksi, ibu menyusui dianjurkan untuk berhenti menyusui untuk sementara waktu.

– Pil KB
Efek samping pemakaian pil KB salah satunya yaitu dapat mengurangi produksi ASI. Ketika dalam masa menyusui, tidak disarankan menggunakan pil KB. (referensi)

Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Norwegian University of Science and Technology dengan partisipan 180 ibu hamil, disimpulkan bahwa sulitnya ibu dalam menyusui bayi dikarenakan kadar hormon terstosteron yang tinggi selama masa kehamilan.

Hormon testosteron (hormon yang dominan pada laki-laki ketimbang perempuan) dapat berpengaruh terhadap perkembangan jaringan kelenjar yang terdapat di payudara, sehingga dapat berpengaruh terhadap kesuksesan ibu dalam menyusui.

Menurut Profesor Ashley Grossman, hormon laki-laki dapat berpengaruh terhadap kemampuan ibu dalam menyusui merupakan salah satu hal menarik, selain berbagai faktor psikologis dan faktor biologis lain yang juga berpengaruh terhadap kelancaran ASI.

Meskipun begitu, ibu menyusui dianjurkan agar menyusui secara eksklusif kepada bayinga (selama 6 bulan). Hal ini karena pada usia tersebut, ASI adalah bentuk gizi terbaik yang dapat diberikan kepada bayi.

ASI merupakan nutrisi yang bagus yang diperlukan bayi sampai usianya 6 bulan. ASI dapat melindungi bayi dari infeksi dan penyakit. Selain itu, ASI juga dapat mencegah obesitas pada masa kanak-kanak nantinya. (referensi)

Demikian pembahasan tentang penyebab ASI tidak keluar, atau cuma sedikit keluarnya, termasuk setelah melahirkan. Jika setelah melahirkan, ASI masih susah keluar, silakan cek diri Anda, apakah ada penyebab-penyebab di atas yang terjadi pada diri Anda atau tidak.

 

Incoming search terms:

  • apa penyebabnya jika hormon oksitosin berkurang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat