Tanda-tanda Bayi Kekurangan ASI

Pada pembahasan sebelumnya, Admin SHS bahas tentang tanda-tanda bayi yang kebutuhan ASI-nya terpenuhi, kali ini adalah kebalikannya, yaitu tanda-tanda apabila bayi mengalami kekurangan ASI.

Seorang ibu menyusui harus memastikan bayinya sudah mendapatkan ASI yang cukup. Dengan mencukupi kebutuhan ASI bayi, ini mendukung suksesnya pemberian ASI eksklusif. ASI bukan sekadar minuman bayi, tetapi di dalamnya terdapat berbagai nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya. Untuk itu, jangan sampai si buah hati kekurangan ASI.

Lalu bagaimana caranya kita tahu kalau si bayi kekurangan ASI? Berikut ini beberapa tanda bayi yang kekurangan minum ASI.

1. Berat badan mengalami penurunan
Tanda yang umum terjadi pada bayi yang kurang ASI yaitu menurunnya berat badan. Biasanya berat badan bayi akan menurun setelah lahir. Akan tetapi, normalnya berat badan bayi akan kembali normal dalam waktu lima hari setelah lahir.

Naiknya berat badan tadi karena asupan ASI yang cukup. Apabila setelah lima hari berat bayi tidak mengalami kenaikan, atau bahkan cenderung menurun, Bunda mesti waspada.

2. Tetap menangis meski sering menyusui
Tanda berikutnya yang bisa dilihat dari bayi yang kekurangan ASI adalah bayi sering rewel, seakan ia masih lapar, kendati menyusu hampir setiap jam.

3. Lebih rewel dan lemas
Tanda lainnya yaitu bayi tampak lemas dan lebih rewel. Sang bayi bisa jadi gampang tertidur ketika baru sebentar disusui, lalu menjadi rewel pada saat ibu mencoba memindahnya. Bayi yang sering tertidur ketika sedang disusui bisa jadi karena produksi ASI yang dihasilkan oleh sang ibu masih kurang.

Pada umumnya sesudah menyusui payudara akan terasa kosong dan lebih lembut. Akan tetapi, ibu bisa tak merasakan perubahan di payudaranya apabila produksi ASI kurang.

4. Warna urin gelap
Bayi yang kurang ASI bisa dilihat dari warna urinnya, yaitu gelap, seperti jus apel. Pada bayi yang kebutuhan ASI-nya tercukupi, warna urinnya pucat, cenderung berwarna bening. Hal ini juga berhubungan dengan dehidrasi pada bayi.

5. Jarang buang air kecil
Selain warna urin yang gelap, tanda lainnya dari bayi yang kebutuhan ASInya tidak terpenuhi yaitu jarang buang air kecil. Sering tidaknya bayi buang air kecil bisa menjadi acuan cukup atau tidaknya asupan ASI yang didapat oleh sang bayi.

Apabila bayi memperoleh asupan ASI yang cukup, air kencing bayi berusia lima hari pada umumnya cukup banyak. Bayi bisa dibilang kekurangan ASI apabila setelah lima hari lahir, dalam kurun waktu 24 jam tidak membasahi enam popok sekali pakai, atau delapan popok kain. (referensi)

Nah, itulah tadi tanda-tand bayi kekurangan ASI. Jika bayi sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup, ada baiknya Bunda mengunjungi dokter dan konsultan laktasi agar bisa tahu dengan jelas penyebabnya dan solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat